PANA adalah sistem Penciptaan dan Tata Naskah Dinas untuk Pembuatan Naskah Resmi dan Korespondensi Resmi. Produk ini dirancang khusus untuk memastikan keabsahan, keterlacakan, dan kepatuhan dokumen dinas melalui pencatatan aktivitas yang terstruktur dan dapat diaudit.
PANA menyediakan fungsi inti yang mendukung pengelolaan dokumen resmi secara profesional dan dapat diaudit:
PANA menyediakan akses terhadap data audit yang terstruktur sehingga auditor dapat bekerja lebih cepat dan akurat. Sistem memungkinkan auditor untuk:
PANA menyederhanakan proses persetujuan melalui Alur Persetujuan Berjenjang. Mulai dari penyusunan draf, verifikasi, hingga penandatanganan, setiap langkah tercatat secara otomatis sehingga memudahkan pelacakan dan penanganan penyimpangan proses jika diperlukan.
Penerapan PANA mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik sehingga menurunkan risiko kehilangan atau kerusakan berkas dan mendukung efisiensi operasional. Pengelolaan dokumen yang terstandarisasi juga mempercepat proses administratif dan mendukung kepatuhan internal dan eksternal.
PANA dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang menuntut akuntabilitas dan keterlacakan penuh atas dokumen dinas. Ketersediaan jejak audit digital pada surat dinas mempermudah pemeriksaan kepatuhan dan penelusuran persetujuan ketika diperlukan oleh auditor atau pihak pengawas.
Institusi yang ingin memperkuat keabsahan, transparansi, dan efisiensi proses surat menyurat wajib mempertimbangkan penerapan PANA.
Apa itu Arsip digital? Arsip digital adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam format elektronik yang…
Pernahkah Anda merasa data sudah ada di mana-mana, tapi keputusan bisnis tetap diambil berdasarkan intuisi…
Di era transformasi digital, penggunaan dokumen elektronik dalam tata kelola organisasi maupun bisnis semakin tak…
Kerja yang semakin fleksibel, tim tidak lagi selalu berada di satu lokasi yang sama. Staf…
Setiap tahun, ruang arsip perusahaan bertambah penuh — bukan karena dokumennya bertambah penting, melainkan karena…
Ruang kantor adalah aset produktif. Namun kenyataannya, banyak perusahaan di Indonesia justru menggunakannya sebagai gudang…