{"id":32870,"date":"2025-07-18T11:13:08","date_gmt":"2025-07-18T04:13:08","guid":{"rendered":"https:\/\/indoarsip.co.id\/?p=32870"},"modified":"2025-07-18T11:13:08","modified_gmt":"2025-07-18T04:13:08","slug":"indoarsip-dukung-digitalisasi-pendidikan-di-sma-negeri-9-makassar-lewat-program-csr-pendidikan-untuk-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/indoarsip-dukung-digitalisasi-pendidikan-di-sma-negeri-9-makassar-lewat-program-csr-pendidikan-untuk-bangsa\/","title":{"rendered":"Indoarsip Dukung Digitalisasi Pendidikan di SMA Negeri 9 Makassar Lewat Program CSR \u201cPendidikan untuk Bangsa\u201d"},"content":{"rendered":"<figure class=\"site-entry-thumbnail\"><figcaption><\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"site-entry-content\">\n<p><strong>Laporan: Muhammad Assidiq<\/strong><\/p>\n<p><strong>Makassar, Katinting.com \u2013<\/strong>\u00a0Dalam komitmennya untuk mendukung transformasi digital di dunia pendidikan, Indoarsip kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk \u201d Digitalisasi Pendidikan, Investasi untuk Bangsa \u201c.<\/p>\n<p>Kali ini, Indoarsip berkolaborasi dengan SMA Negeri 9 Makassar dalam upaya memperkuat kapasitas digitalisasi pendidikan di sekolah. Pada Kamis (22\/05).<br \/>\nProgram ini guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.<\/p>\n<p>Kepala Cabang Indoarsip Wilayah Makassar, Andrie S. Pondaag, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari visi perusahaan untuk menciptakan masa depan pendidikan yang inklusif dan berbasis teknologi.<\/p>\n<p>\u201cKami percaya bahwa digitalisasi pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak generasi unggul. Melalui program ini, kami ingin membantu sekolah-sekolah untuk bertransformasi, mulai dari sistem pengarsipan hingga pembelajaran berbasis digital,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-68429 size-full\" src=\"https:\/\/katinting.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250524-WA0048.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"1280\" \/><\/p>\n<p>Direktur Indoarsip, Didi Andries, menambahkan bahwa kontribusi perusahaan di bidang pendidikan merupakan investasi sosial jangka panjang. \u201cIndoarsip tidak hanya fokus pada solusi pengarsipan digital, tapi juga ingin menjadi bagian dari pembangunan bangsa melalui pendidikan. Kami berharap SMA Negeri 9 Makassar bisa menjadi contoh sekolah yang siap menghadapi era digital,\u201d kata Didi.<br \/>\nKegiatan ini disambut baik oleh pihak SMA Negeri 9 Makassar.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi kepada Indoarsip atas dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.<br \/>\n\u201cKami sangat berterima kasih atas inisiatif Indoarsip. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kompetensi siswa dan guru di era digital,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kegiatan simbolis penyerahan bantuan dan pelatihan dilaksanakan di aula SMA Negeri 9 Makassar, dengan dihadiri oleh para guru, siswa, serta perwakilan dari Indoarsip dan Dinas Pendidikan setempat.<\/p>\n<p>Dengan langkah ini, Indoarsip menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung sistem pendidikan nasional yang modern dan berkelanjutan.\u00a0<strong>(**)<\/strong><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan: Muhammad Assidiq Makassar, Katinting.com \u2013\u00a0Dalam komitmennya untuk mendukung transformasi digital di dunia pendidikan, Indoarsip kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk \u201d Digitalisasi Pendidikan, Investasi untuk Bangsa \u201c. Kali ini, Indoarsip berkolaborasi dengan SMA Negeri 9 Makassar dalam upaya memperkuat kapasitas digitalisasi pendidikan di sekolah. Pada Kamis (22\/05). Program ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31791,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45],"tags":[],"class_list":["post-32870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32871,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32870\/revisions\/32871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}