{"id":34515,"date":"2026-02-13T15:02:21","date_gmt":"2026-02-13T08:02:21","guid":{"rendered":"https:\/\/indoarsip.co.id\/blog\/menghadapi-musim-pajak-dengan-openbravo-erp-5\/"},"modified":"2026-02-13T15:02:32","modified_gmt":"2026-02-13T08:02:32","slug":"menghadapi-musim-pajak-dengan-openbravo-erp-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/menghadapi-musim-pajak-dengan-openbravo-erp-5\/","title":{"rendered":"Bagaimana Openbravo ERP Membantu Menghadapi Musim Pajak: Optimalisasi PPh 23 dan Depresiasi Aset"},"content":{"rendered":"<h1><a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a>: Solusi Terpadu untuk Menghadapi Musim Pajak, PPh 23, dan Depresiasi Aset<\/h1>\n<p>Musim pajak adalah momen kritis bagi perusahaan\u2014khususnya perusahaan manufaktur, distribusi, dan ritel yang memiliki volume transaksi tinggi serta aset tetap yang signifikan. Risiko kesalahan perhitungan PPh 23, ketidaksesuaian depresiasi aset, serta data terpisah antar-departemen dapat menyebabkan denda, audit berkepanjangan, dan gangguan arus kas. <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> hadir sebagai <strong>Sistem Manajemen Bisnis Terintegrasi<\/strong> yang menjembatani operasional dan finansial, sehingga perusahaan mendapatkan satu sumber kebenaran (single source of truth) untuk pengambilan keputusan pajak dan pengelolaan aset.<\/p>\n<h2>1. Mengapa pendekatan terintegrasi penting untuk musimpajak<\/h2>\n<p>Pemisahan data antara pengadaan, gudang, produksi, penjualan, dan keuangan kerap menjadi sumber utama kesalahan laporan pajak. Ketika data inventaris tidak sinkron dengan modul keuangan, perhitungan depresiasi dan basis pengenaan PPh 23 pada jasa\/royalti\/pembayaran pihak ketiga menjadi rentan. Dengan desain sebagai <em>Comprehensive Business Management Ecosystem<\/em>, <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> meniadakan silo data dan menyatukan proses-proses kritikal sehingga pelaporan pajak menjadi lebih andal, akurat, dan dapat diaudit secara cepat.<\/p>\n<h2>2. Otomasi bukti potong PPh 23: mengurangi risiko dan beban administratif<\/h2>\n<p><a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> mendukung otomasi proses bukti potong PPh 23 dari siklus pengadaan sampai pembayaran. Dengan logika bisnis yang terkonfigurasi untuk jenis pembayaran yang dikenai PPh 23, sistem dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>Menandai transaksi yang memiliki kewajiban pemotongan PPh 23 secara otomatis.<\/li>\n<li>Menghitung tarif dan jumlah pajak sesuai klasifikasi transaksi dan aturan pajak yang berlaku.<\/li>\n<li>Menghasilkan bukti potong yang dapat diekspor sebagai dokumen pelaporan atau lampiran ke laporan keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hasilnya: proses pemotongan pajak tidak lagi tergantung pada entri manual yang rawan kelalaian, dan tim pajak dapat memusatkan upaya untuk validasi kebijakan, bukan untuk pekerjaan berulang.<\/p>\n<h2>3. Perhitungan dan pelaporan Asset Depreciation\/Amortization yang selaras dengan pembukuan<\/h2>\n<p>Manajemen aset tetap membutuhkan akurasi dan konsistensi: mulai dari pencatatan perolehan, alokasi biaya, sampai perhitungan depresiasi (penyusutan) yang memengaruhi beban fiskal dan laporan keuangan. <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> menyediakan modul perhitungan Asset Depreciation\/Amortization terintegrasi dengan buku besar (general ledger), sehingga setiap perubahan status aset atau kebijakan depresiasi terproses otomatis dan tercatat dalam jurnal yang dapat diaudit.<\/p>\n<p>Fitur ini membantu manajer keuangan untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengevaluasi dampak fiskal dari metode depresiasi yang berbeda (garis lurus, saldo menurun, atau metode lain yang relevan).<\/li>\n<li>Memonitor nilai buku dan nilai residu aset di level unit bisnis atau lokasi.<\/li>\n<li>Menghasilkan laporan yang diperlukan untuk penghitungan PPh dan persyaratan audit.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>4. Rolling Budget: perencanaan keuangan yang adaptif di tengah ketidakpastian<\/h2>\n<p>Feature <strong>Rolling Budget<\/strong> pada <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> memungkinkan perusahaan melakukan perencanaan keuangan yang lebih fleksibel dibandingkan anggaran tahunan statis. Rolling Budget adalah pendekatan di mana anggaran diperbarui secara berkala (mis. bulanan atau kuartalan) sehingga horizon proyeksi selalu mempertahankan periode tertentu ke depan (mis. 12 bulan terus menerus).<\/p>\n<p>Manfaat praktis bagi tim keuangan dan pajak saat musim pajak:<\/p>\n<ul>\n<li>Proyeksi kas yang lebih realistis: perubahan beban pajak (mis. PPh 23 atas kontrak baru) segera tercermin dalam model anggaran.<\/li>\n<li>Pengelolaan arus kas yang responsif: memungkinkan tindakan mitigasi seperti penjadwalan ulang pengeluaran modal atau negosiasi ulang Credit Line Limit.<\/li>\n<li>Pengukuran varian yang akurat: memudahkan identifikasi penyebab perbedaan antara anggaran dan realisasi\u2014apakah karena perubahan volume penjualan, kenaikan biaya, atau beban pajak tidak terduga.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>5. Integrasi WMS: menghubungkan gudang dan keuangan untuk perhitungan pajak yang akurat<\/h2>\n<p>Pada bagian operasional yang seringkali menjadi akar masalah ketidaksesuaian data, integrasi antara sistem ERP dan WMS (Warehouse Management System \u2013 Sistem Manajemen Gudang) menjadi penting. WMS adalah aplikasi yang mengelola aliran barang di gudang: penerimaan, penempatan, pengambilan, dan pengiriman. Ketidaksinkronan antara WMS dan pembukuan menyebabkan selisih nilai persediaan, yang pada akhirnya memengaruhi beban depresiasi dan dasar perhitungan pajak.<\/p>\n<p><a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> mendukung <strong>WMS Integration<\/strong> sehingga data stok, biaya persediaan, serta pergerakan barang terekam secara real-time di modul persediaan dan akuntansi. Integrasi ini memungkinkan:<\/p>\n<ul>\n<li>Penilaian persediaan yang konsisten dengan kebijakan akuntansi (FIFO, weighted average, dsb.).<\/li>\n<li>Sinkronisasi nilai persediaan sehingga depresiasi aset dan pengalokasian biaya produksi mencerminkan keadaan riil.<\/li>\n<li>Pengurangan perbedaan fisik vs buku yang sering memicu audit pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk menghubungkan WMS pihak ketiga, <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> dapat memanfaatkan antarmuka terstandarisasi seperti <strong>JSON REST API<\/strong> untuk pertukaran data transaksi, stok, dan status pengiriman secara aman dan terstruktur.<\/p>\n<h2>6. Integrasi teknis: JSON REST API dan interoperabilitas sistem<\/h2>\n<p>Integrasi lintas-sistem menjadi kunci jika organisasi memanfaatkan solusi khusus (mis. WMS khusus, TMS, atau aplikasi payroll). <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> mendukung interoperabilitas melalui protokol dan format data modern seperti <strong>JSON REST API<\/strong>. Dengan API ini, tim TI dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengotomatisasi sinkronisasi master data pemasok, barang, dan pelanggan.<\/li>\n<li>Mengirimkan bukti potong, faktur, dan transaksi pembayaran ke sistem pelaporan pajak atau DMS internal.<\/li>\n<li>Menyambungkan input transaksi dari saluran penjualan fisik dan e-commerce sehingga perhitungan pajak serta pengakuan pendapatan konsisten.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penggunaan JSON (JavaScript Object Notation) memudahkan serialisasi data, sementara REST (Representational State Transfer) menyederhanakan pola komunikasi antar-sistem. Pendekatan ini mempercepat integrasi tanpa harus mengganti sistem WMS atau modul lain yang sudah berjalan.<\/p>\n<h2>7. Manajemen risiko likuiditas: peran Credit Line Limit<\/h2>\n<p>Saat menghadapi kewajiban pajak besar di akhir periode, penting bagi perusahaan untuk memiliki kontrol terhadap fasilitas kredit. Di sinilah pengaturan <strong>Credit Line Limit<\/strong> menjadi relevan. <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> memungkinkan pencatatan dan pemantauan batas kredit pemasok atau fasilitas pinjaman secara terintegrasi, sehingga tim keuangan dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengevaluasi kecukupan likuiditas sebelum melakukan pembayaran besar termasuk pembayaran pajak yang memerlukan kas keluar.<\/li>\n<li>Melakukan simulasi skenario: bagaimana perubahan jadwal pembayaran atau pencairan kredit memengaruhi posisi kas dan kebutuhan pendanaan.<\/li>\n<li>Mengotomatisasi peringatan bila pemanfaatan kredit mendekati atau melebihi Credit Line Limit yang ditetapkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian perusahaan tidak hanya mematuhi kewajiban perpajakan, tetapi juga menjaga keseimbangan modal kerja untuk operasional berkelanjutan.<\/p>\n<h2>8. Audit trail, pelacakan perubahan, dan kebutuhan pelaporan<\/h2>\n<p>Dalam proses audit pajak, kemampuan menyediakan bukti transaksi yang lengkap dan jejak audit (audit trail) adalah keharusan. <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> mencatat semua perubahan\u2014mulai dari input faktur, modifikasi jadwal amortisasi aset, hingga bukti potong PPh 23\u2014beserta metadata pengguna dan timestamp. Jejak audit ini mempermudah tim kepatuhan untuk menyiapkan dokumentasi saat dimintai oleh otoritas pajak atau auditor eksternal.<\/p>\n<p>Untuk memperkuat kesiapan audit, tim dapat memanfaatkan integrasi dengan solusi manajemen dokumen (DMS) Indoarsip bila dibutuhkan\u2014sehingga dokumen pendukung tersimpan terstruktur dan aman.<\/p>\n<h2>9. Alur kerja (workflow) yang disarankan saat menghadapi musim pajak<\/h2>\n<p>Berikut panduan operasional yang dapat diterapkan perusahaan untuk meminimalkan risiko saat musim pajak menggunakan <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a>:<\/p>\n<ol>\n<li>Validasi master data pemasok dan akun pajak: pastikan kode NPWP, klasifikasi jenis biaya, dan tarif PPh 23 sudah benar di master data.<\/li>\n<li>Aktifkan aturan otomatis pemotongan PPh 23 pada jenis transaksi terkait (jasa, royalti, sewa, dsb.).<\/li>\n<li>Sinkronkan data persediaan dari WMS ke modul persediaan agar penilaian stok sesuai dengan buku besar.<\/li>\n<li>Perbaharui kebijakan depresiasi pada modul aset (Asset Depreciation\/Amortization) sesuai kebijakan fiskal dan akuntansi perusahaan.<\/li>\n<li>Jalankan simulasi Rolling Budget untuk menilai dampak pembayaran pajak, termasuk kemungkinan kebutuhan untuk menggunakan Credit Line Limit.<\/li>\n<li>Generate dan verifikasi bukti potong, lalu simpan jejak audit dalam DMS terintegrasi bila diperlukan.<\/li>\n<li>Lakukan rekonsiliasi akhir antara laporan pajak dan laporan keuangan untuk memastikan konsistensi.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>10. KPI dan metrik yang perlu dipantau<\/h2>\n<p>Agar efektif, tim keuangan harus memonitor metrik yang relevan selama musim pajak. Contoh KPI yang dapat dikonfigurasikan di <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tingkat kesesuaian bukti potong PPh 23 (% transaksi yang otomatis diberi tag pemotongan vs total transaksi yang seharusnya).<\/li>\n<li>Waktu siklus penyelesaian bukti potong (dari penerbitan invoice sampai bukti potong tersedia).<\/li>\n<li>Selisih nilai persediaan (fisik vs buku) sebagai akibat sinkronisasi WMS.<\/li>\n<li>Dampak depresiasi terhadap beban pajak per periode (perubahan beban fiskal akibat peraturan depresiasi atau disposal aset).<\/li>\n<li>Rasio pemanfaatan Credit Line Limit (% pemakaian terhadap batas yang tersedia).<\/li>\n<\/ul>\n<h2>11. Studi kasus singkat: manufaktur menengah menghadapi audit PPh 23<\/h2>\n<p>Sebuah perusahaan manufaktur menengah mengalami masalah saat audit PPh 23: sejumlah pembayaran kepada kontraktor dianggap tidak dipotong sesuai aturan, dan nilai persediaan tidak sinkron antara gudang dan pembukuan sehingga memengaruhi perhitungan depresiasi alat. Setelah implementasi <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> dengan integrasi WMS dan konfigurasi aturan pemotongan PPh 23, perusahaan berhasil:<\/p>\n<ul>\n<li>Memperbaiki kepatuhan pencatatan bukti potong: tingkat tag otomatis naik dari 60% menjadi 98%.<\/li>\n<li>Mempercepat proses rekonsiliasi persediaan sehingga selisih fisik vs buku turun drastis, yang berdampak pada penurunan temuan audit terkait depresiasi.<\/li>\n<li>Mengelola kebutuhan kas selama pembayaran pajak dengan lebih baik berkat Rolling Budget dan monitoring Credit Line Limit.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>12. Implementasi: langkah teknis dan governance<\/h2>\n<p>Implementasi yang sukses memerlukan kombinasi aspek teknis dan tata kelola. Rekomendasi tahapan minimal:<\/p>\n<ul>\n<li>Workshop persyaratan pajak dan kebijakan depresiasi bersama tim keuangan, pajak, dan operasional.<\/li>\n<li>Mapping data master (pemasok, akun pajak, aset tetap) dan identifikasi gap sistem saat ini.<\/li>\n<li>Konfigurasi aturan otomatis pemotongan PPh 23 serta modul Asset Depreciation\/Amortization di <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a>.<\/li>\n<li>Integrasi WMS melalui <strong>JSON REST API<\/strong> untuk sinkronisasi stok dan biaya persediaan.<\/li>\n<li>Uji end-to-end (pengadaan sampai pembayaran) termasuk verifikasi bukti potong dan jurnal depresiasi.<\/li>\n<li>Pelatihan pengguna: tim pajak, purchasing, gudang, dan akuntansi harus memahami alur baru dan standar dokumentasi.<\/li>\n<li>Penetapan pemilik proses (process owner) dan SOP untuk pengelolaan perubahan aset, disposals, dan transaksi yang memerlukan pemotongan PPh 23.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>13. Integrasi dengan ekosistem Indoarsip: memperkuat kesiapan audit<\/h2>\n<p>Untuk perusahaan yang ingin memperkuat dokumentasi audit, integrasi antara <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> dan solusi manajemen dokumen Indoarsip memberikan manfaat nyata. Misalnya, menyimpan bukti potong, kontrak jasa, dan dokumen pendukung aset dalam DMS terstruktur mempercepat proses verifikasi saat audit. Jika Anda ingin mengetahui pendekatan khusus pengelolaan pajak dan depresiasi aset, pelajari lebih lanjut melalui artikel <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/optimalkan-pengelolaan-pajak-dan-depresiasi-aset-dengan-openbravo-erp\/'>Optimalkan Pengelolaan Pajak dan Depresiasi Aset dengan Openbravo ERP<\/a> dan <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/mengoptimalkan-pengelolaan-pajak-dan-depresiasi-aset-dengan-openbravo-erp\/'>Mengoptimalkan Pengelolaan Pajak dan Depresiasi Aset dengan Openbravo ERP<\/a>.<\/p>\n<h2>14. Hambatan umum dan cara mengatasinya<\/h2>\n<p>Beberapa tantangan yang sering dihadapi perusahaan saat menerapkan sistem terpadu adalah kualitas data yang buruk, resistensi perubahan dari pengguna, dan integrasi teknis dengan sistem legacy. Solusi praktis:<\/p>\n<ul>\n<li>Data cleansing sebelum migrasi: validasi NPWP pemasok, nilai aset, dan master item.<\/li>\n<li>Program change management yang menekankan manfaat operasional dan kepatuhan.<\/li>\n<li>Pemilihan pola integrasi bertahap: mulai dengan sinkronisasi master data lalu berlanjut ke transaksi real-time lewat <strong>JSON REST API<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>15. Actionable checklist untuk tim CFO dan Kepala Pajak<\/h2>\n<p>Gunakan checklist berikut sebagai panduan praktis menjelang musim pajak:<\/p>\n<ul>\n<li>Verifikasi konfigurasi otomatis PPh 23 dalam sistem ERP.<\/li>\n<li>Pastikan semua aset tetap tercatat dan metode depresiasi terdokumentasi dalam modul Asset Depreciation\/Amortization.<\/li>\n<li>Lakukan rekonsiliasi persediaan antara WMS dan buku besar; aktifkan WMS Integration jika belum terhubung.<\/li>\n<li>Jalankan Rolling Budget untuk 12 bulan berikutnya dan simulasikan dampak pembayaran pajak.<\/li>\n<li>Evaluasi Credit Line Limit yang tersedia dan siapkan rencana cadangan likuiditas jika diperlukan.<\/li>\n<li>Simpan bukti potong dan dokumen pendukung di DMS terintegrasi untuk mempercepat audit.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>16. Nilai tambah kompetitif: tanpa biaya lisensi tahunan yang mengikat<\/h2>\n<p>Salah satu keunggulan strategis yang ditawarkan Indoarsip melalui <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> adalah model biaya yang lebih fleksibel\u2014tanpa biaya lisensi tahunan yang mengikat seperti beberapa vendor besar. Hal ini menurunkan beban biaya tetap pada perusahaan dan memungkinkan alokasi anggaran IT yang lebih efisien untuk proyek peningkatan proses seperti integrasi WMS atau implementasi Rolling Budget.<\/p>\n<h2>17. Rekomendasi akhir untuk mengubah musim pajak menjadi momen strategis<\/h2>\n<p>Musim pajak tidak harus menjadi periode panik. Dengan pendekatan terintegrasi\u2014menggabungkan otomasi bukti potong PPh 23, perhitungan Asset Depreciation\/Amortization yang akurat, kebijakan Rolling Budget yang adaptif, integrasi WMS melalui JSON REST API, serta pengelolaan Credit Line Limit yang bijak\u2014perusahaan dapat mengubah tantangan pajak menjadi kesempatan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kepatuhan, dan memperkuat posisi kas.<\/p>\n<p>Untuk langkah praktis berikutnya, tim keuangan dan operasional dapat memulai dengan assessment singkat bersama konsultan Indoarsip untuk memetakan gap dan merancang roadmap implementasi. Pelaksanaan yang terencana akan menghasilkan penghematan waktu, mengurangi temuan audit, dan mendukung keputusan strategis jangka panjang.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin mengeksplorasi bagaimana <a href='https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/product\/openbravo-erp\/'>Openbravo ERP<\/a> dapat disesuaikan dengan kebutuhan pajak dan manajemen aset perusahaan Anda, tim Indoarsip siap membantu dengan demonstrasi fungsional dan studi kasus implementasi.<\/p>\n<p>Selamat menyiapkan musim pajak\u2014jadikan proses pajak sebagai bagian dari strategi bisnis yang terukur dan menguntungkan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Openbravo ERP: Solusi Terpadu untuk Menghadapi Musim Pajak, PPh 23, dan Depresiasi Aset Musim pajak adalah momen kritis bagi perusahaan\u2014khususnya perusahaan manufaktur, distribusi, dan ritel yang memiliki volume transaksi tinggi serta aset tetap yang signifikan. Risiko kesalahan perhitungan PPh 23, ketidaksesuaian depresiasi aset, serta data terpisah antar-departemen dapat menyebabkan denda, audit berkepanjangan, dan gangguan arus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34517,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-34515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34515"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34518,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34515\/revisions\/34518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}