{"id":35729,"date":"2026-10-13T14:18:33","date_gmt":"2026-10-13T07:18:33","guid":{"rendered":"https:\/\/indoarsip.co.id\/?p=35729"},"modified":"2026-10-13T14:18:33","modified_gmt":"2026-10-13T07:18:33","slug":"lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/","title":{"rendered":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari"},"content":{"rendered":"<h2><strong>Lima Tahap di Balik Arsip yang Bisa Dicari<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah menemukan file hasil pindai, tetapi tetap tidak menemukan dokumen yang dibutuhkan? Nama filenya tidak seragam, foldernya bercampur, dan isi dokumennya tidak dapat dicari dengan kata kunci. Situasi ini menunjukkan satu hal penting: memindahkan hard copy menjadi soft copy belum cukup untuk menghasilkan arsip yang benar-benar mudah ditemukan kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/arsip-elektronik\/alih-media\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alih Media IndoArsip<\/a> dirancang sebagai layanan dengan lima tahap kerja yang saling terhubung, yaitu persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output. Setiap tahap memiliki tujuan yang terukur, mulai dari menyiapkan fisik dokumen hingga menyerahkan arsip terfolder berdasarkan klasifikasi. Indexing dan metadata memberikan label tambahan pada file, sedangkan OCR membantu mengubah teks pada dokumen menjadi teks yang dapat dicari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan alur ini, organisasi tidak hanya menerima hasil pindai. Organisasi menerima hasil kerja yang telah diproses, diperiksa, diberi informasi pencarian, dan disusun agar dapat terhubung dengan DMS IndoArsip. Berikut penjelasan lengkap lima tahap tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Mengapa hasil pindai saja belum tentu menjadi arsip yang bisa dicari?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memindai dokumen menghasilkan gambar atau file digital dari kertas. Namun, file tersebut belum otomatis memiliki konteks yang membantu pengguna menemukan kembali dokumen. Bayangkan satu folder berisi ribuan file bernama Scan001, Scan002, dan Scan003. Secara teknis file tersebut sudah berbentuk digital, tetapi pencarian tetap bergantung pada ingatan orang yang membuatnya atau pada proses membuka file satu per satu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ini umum terjadi ketika organisasi mencoba memproses dokumen fisik tanpa alur yang jelas. Beberapa hal yang sering terlewat antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">halaman tidak tersusun lengkap karena ada lembar yang tertinggal;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">dokumen dengan ukuran atau jenis kertas berbeda diproses dengan cara yang sama;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">nama file tidak membawa informasi penting;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">isi dokumen tidak dapat ditemukan melalui kata kunci;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">hasil pindai belum dipisahkan berdasarkan klasifikasi yang dibutuhkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/arsip-elektronik\/alih-media\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Media Transfer<\/a> menjawab persoalan tersebut melalui proses lima tahap. Fokusnya bukan hanya menghasilkan file, tetapi memastikan file memiliki informasi tambahan yang relevan untuk ditemukan kembali. Indexing dan metadata berfungsi sebagai label pencarian, seperti nomor dokumen, tanggal, jenis arsip, atau informasi lain sesuai kebutuhan proyek. OCR membantu mengenali teks pada gambar dokumen sehingga pencarian dapat menjangkau isi yang telah diproses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan berbasis proses ini penting bagi perusahaan dan organisasi dengan volume arsip besar. IndoArsip telah menangani 5 juta dokumen setiap bulan dan melayani lebih dari 300 perusahaan sejak 2012. Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan volume besar membutuhkan tahapan kerja yang konsisten, bukan sekadar alat pemindai.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tahap 1: Persiapan memastikan dokumen siap dialihmediakan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap pertama adalah persiapan. Pada tahap ini, dokumen diidentifikasi dan disiapkan sebelum masuk ke proses<a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/arsip-elektronik\/alih-media\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> alih media.<\/a> Detail sederhana seperti staples dan paperclip perlu dilepas terlebih dahulu agar setiap lembar dapat diproses dengan baik. Jika pengikat masih menempel, lembar dapat tersangkut, terlewat, atau tidak masuk ke jalur pemindaian secara sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persiapan juga membantu mengenali karakter dokumen sejak awal. Tidak semua arsip memiliki ukuran dan bahan kertas yang sama. Alih Media IndoArsip dapat menangani berbagai ukuran kertas, termasuk A0, A1, A2, A3, dan A4. Jenis kertas yang diproses juga beragam, mulai dari HVS, kertas foto, kertas tebal, hingga Carbonize.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Identifikasi awal membantu tim menentukan perlakuan yang sesuai untuk setiap kelompok dokumen. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Dokumen berukuran besar seperti gambar teknik perlu diarahkan ke perangkat dan metode pemindaian yang sesuai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Kertas tipis atau Carbonize perlu ditangani dengan cermat agar lembar tidak rusak selama proses.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Dokumen yang lusuh, buram, bergaris, atau berbintik dapat memerlukan advanced image processing untuk membantu merapikan hasil gambar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Dokumen berurutan perlu dijaga susunannya agar konteks informasi tetap utuh.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pelaksana dokumen, tahap ini menjadi titik penting untuk mengurangi masalah pada tahap berikutnya. Bagi manajer unit kerja, persiapan memberikan gambaran awal tentang volume, jenis, dan tingkat keragaman arsip yang akan diproses. Hasilnya, proses Alih Media dapat dirancang berdasarkan kondisi dokumen nyata, bukan asumsi bahwa semua kertas memiliki karakter yang sama.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tahap 2: Alih Media mengubah hard copy menjadi soft copy sesuai kebutuhan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dokumen siap, proses berikutnya adalah Alih Media, yaitu mengonversi dokumen fisik menjadi dokumen digital. Pada tahap ini, tim menentukan resolusi dan format file, lalu memproses dokumen menggunakan scanner khusus. Resolusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dengan rekomendasi 300 dpi sesuai standar <a href=\"https:\/\/www.anri.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANRI.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penentuan resolusi bukan sekadar pilihan teknis. Resolusi memengaruhi keterbacaan teks, detail gambar, dan ukuran file. Dokumen teks biasa mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda dari gambar teknik, formulir, atau dokumen dengan detail kecil. Karena itu, keputusan teknis perlu mempertimbangkan jenis informasi yang harus dipertahankan serta kebutuhan pencarian dan penggunaan kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih Media IndoArsip juga menggunakan advanced image processing untuk membantu memperbaiki tampilan hasil pindai. Fitur yang tersedia mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">auto brightness untuk membantu menyesuaikan tingkat terang gambar;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">noise reduction untuk mengurangi bintik atau gangguan visual;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">intelligent background color smoothing untuk membantu meratakan warna latar;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">auto sharpening untuk meningkatkan ketajaman tampilan dokumen.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemrosesan ini bermanfaat terutama ketika dokumen fisik sudah tidak dalam kondisi ideal. Kertas yang lusuh, buram, bergaris, atau berbintik tidak diperlakukan sebagai file biasa tanpa pemeriksaan. Tim memprosesnya dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter dokumen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini, OCR juga dapat digunakan. OCR atau Optical Character Recognition mengubah teks pada gambar dokumen menjadi teks yang dapat dicari dan diproses oleh komputer. Manfaatnya adalah pencarian tidak hanya bergantung pada nama file atau folder, tetapi dapat menjangkau teks yang terdapat pada dokumen yang telah diproses. OCR bukan pengganti pemeriksaan manusia, melainkan bagian dari proses untuk membuat informasi pada dokumen lebih mudah ditemukan dan digunakan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tahap 3: Quality Control memeriksa kelengkapan dan keutuhan file<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil pindai perlu diperiksa sebelum diberi label dan diserahkan. Itulah fungsi tahap ketiga, yaitu Quality Control. Pemeriksaan ini memastikan tidak ada halaman yang hilang dan hasil file sesuai dengan dokumen yang diproses. Tanpa quality control, kesalahan kecil dapat baru diketahui ketika dokumen dibutuhkan untuk audit, pemeriksaan internal, atau pekerjaan operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengecekan halaman menjadi bagian penting karena dokumen fisik sering terdiri dari banyak lembar, lampiran, atau bagian yang bentuknya berbeda. Satu halaman yang tidak masuk ke hasil pindai dapat membuat informasi menjadi tidak lengkap. Karena itu, pemeriksaan dilakukan terhadap keterurutan dan kelengkapan halaman, bukan hanya terhadap keberadaan file.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Quality Control juga mencakup penanaman nilai Hash MD5 pada file. Hash MD5 berfungsi sebagai penanda keutuhan file. Nilai ini membantu menunjukkan apakah file hasil proses mengalami perubahan setelah dibuat. Hash MD5 bukan jaminan status hukum atau klaim bahwa dokumen pasti asli, tetapi merupakan bukti teknis yang mendukung pemeriksaan keutuhan file dalam proses kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam quality control meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">jumlah alaman dibandingkan dengan dokumen sumber;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">urutan halaman dalam satu dokumen;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">keterbacaan hasil pindai;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">orientasi halaman, terutama pada dokumen berukuran besar;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kelengkapan lampiran atau bagian tambahan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">keberadaan nilai Hash MD5 sebagai penanda keutuhan file.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi organisasi dengan volume besar, tahap ini membangun keterlacakan proses.<a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> IndoArsip<\/a> tidak hanya menyampaikan hasil akhir, tetapi menjalankan pemeriksaan sebagai bagian dari alur layanan. Inilah yang membedakan Alih Media dari aktivitas memindai sendiri tanpa tahapan verifikasi yang terdokumentasi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tahap 4: Indexing dan metadata memberi label agar dokumen mudah ditemukan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap keempat adalah indexing. Pada tahap ini, file diberi berbagai informasi tambahan sesuai kebutuhan. Indexing dan metadata dapat dipahami sebagai label pencarian yang membantu pengguna mengenali isi dan konteks dokumen tanpa harus membuka satu per satu file.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh informasi yang dapat digunakan sebagai metadata antara lain nomor dokumen, tanggal, nama unit, jenis arsip, nomor kontrak, atau identitas lain yang disepakati dalam kebutuhan proyek. Pilihan field tidak seharusnya dibuat secara acak. Metadata perlu mengikuti cara organisasi mencari dokumen dalam pekerjaan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menentukan indexing yang relevan, tim organisasi dapat memulai dengan beberapa pertanyaan praktis:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Informasi apa yang biasanya disebut ketika seseorang meminta dokumen?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Apakah dokumen lebih sering dicari berdasarkan nomor, tanggal, nama pihak, atau jenis arsip?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Apakah satu jenis dokumen membutuhkan field berbeda dari jenis dokumen lainnya?<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Informasi mana yang harus tersedia agar file dapat dibedakan dari file lain?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain indexing dan metadata, OCR dapat membuat teks dalam dokumen menjadi searchable and copyable text, yaitu teks yang dapat dicari dan disalin. Sebagai contoh, ketika pengguna membutuhkan dokumen dengan nomor tertentu yang tercetak pada isi halaman, teks tersebut dapat menjadi bagian dari pencarian setelah diproses melalui OCR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data Capture juga dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Layanan ini mengubah informasi pada formulir atau dokumen non-digital menjadi data terstruktur, misalnya dalam format JSON, XLSX, atau CSV. Dengan begitu, informasi yang sebelumnya berada di dalam kertas dapat dipersiapkan untuk kebutuhan validasi, pelaporan, atau analisis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin terpentingnya: indexing bukan sekadar menambahkan nama file. Indexing menyusun informasi yang membantu dokumen ditemukan kembali dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tahap 5: Output menghasilkan arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap terakhir adalah output. Setelah dokumen melewati persiapan, alih media, quality control, serta indexing, hasilnya disusun sebagai arsip terfolder berdasarkan klasifikasi. Struktur folder membantu memisahkan kelompok dokumen sehingga hasil akhir tidak menjadi kumpulan file yang masih harus dirapikan oleh tim klien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi folder perlu mengikuti kebutuhan proyek dan cara organisasi membedakan arsip. Misalnya, dokumen dapat dikelompokkan berdasarkan unit kerja, jenis dokumen, periode, proyek, atau kombinasi informasi yang telah disepakati. Struktur ini bukan pengganti kebijakan kearsipan lanjutan, melainkan bentuk penataan output agar hasil Alih Media lebih siap digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil Alih Media kemudian terintegrasi dengan DMS IndoArsip yang terhubung. Integrasi ini menjadi penghubung antara hasil layanan Alih Media dan sistem yang digunakan organisasi untuk melanjutkan pengelolaan dokumen digital. Alih Media sendiri tetap merupakan layanan yang dikerjakan oleh tim IndoArsip, bukan aplikasi yang digunakan sendiri oleh klien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Output yang baik menjawab tiga kebutuhan utama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">file memiliki struktur folder yang jelas;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">setiap file memiliki indexing dan metadata sesuai kebutuhan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">hasil telah melewati pemeriksaan sebelum diserahkan dan diintegrasikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan alur tersebut, pekerjaan tim admin dan pelaksana dokumen menjadi lebih terarah. Mereka tidak perlu memulai lagi dari proses memilah file, membuat nama file, atau menyusun folder secara manual setelah hasil diterima. Manajer unit kerja juga memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dikerjakan dan apa yang dihasilkan pada setiap tahap.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cara menyiapkan proyek Alih Media agar lima tahap berjalan efektif<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberhasilan Alih Media tidak hanya bergantung pada proses di pihak penyedia layanan. Organisasi juga dapat menyiapkan informasi awal agar proyek berjalan lebih lancar. Persiapan ini tidak berarti tim klien harus melakukan pemindaian sendiri. Fokusnya adalah menyepakati kebutuhan informasi, kelompok dokumen, dan hasil yang ingin diterima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut langkah praktis yang dapat dilakukan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Petakan kelompok dokumen.<\/strong> Catat jenis arsip, perkiraan volume, ukuran kertas, serta kondisi umum dokumen.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tentukan cara pencarian.<\/strong> Identifikasi informasi yang biasa digunakan saat mencari dokumen, seperti nomor, tanggal, unit, atau nama pihak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Susun kebutuhan metadata<\/strong>. Bedakan field yang wajib tersedia dari informasi tambahan yang hanya diperlukan pada jenis dokumen tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tentukan kebutuhan output.<\/strong> Sepakati struktur folder dan klasifikasi yang akan digunakan pada hasil akhir.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sampaikan dokumen khusus sejak awal.<\/strong> Informasikan jika terdapat A0, kertas foto, kertas tebal, Carbonize, formulir, atau dokumen dengan kondisi lusuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tanyakan alur pemeriksaan<\/strong>. Pastikan proses mencakup pengecekan halaman dan penanaman Hash MD5 sebagai penanda keutuhan file.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">IndoArsip memiliki pengalaman menangani 5 juta dokumen per bulan, melayani lebih dari 300 perusahaan sejak 2012, serta didukung tenaga ahli tersertifikasi <a href=\"https:\/\/www.anri.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANRI<\/a> dan alat scan modern. Informasi tentang volume dan karakter dokumen membantu tim memberikan pembahasan yang lebih relevan terhadap kebutuhan organisasi.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kesimpulan: arsip yang bisa dicari dibangun melalui proses yang lengkap<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arsip yang bisa dicari tidak lahir dari satu klik pemindaian. Hasil tersebut dibangun melalui lima tahap yang saling melengkapi: persiapan untuk memastikan dokumen siap diproses, alih media untuk mengubah hard copy menjadi soft copy, quality control untuk memeriksa halaman dan keutuhan file, indexing untuk memberi label pencarian, serta output untuk menyusun arsip terfolder berdasarkan klasifikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah Alih Media IndoArsip memberikan nilai lebih dari sekadar hasil pindai. Dokumen diproses oleh tim, diperiksa, diberi indexing dan metadata, dapat dilengkapi OCR serta Data Capture sesuai kebutuhan, kemudian diserahkan sebagai output terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin mengetahui lima tahap Alih Media untuk kebutuhan arsip organisasi Anda? Konsultasikan jenis dokumen, ukuran kertas, perkiraan volume, dan kebutuhan indexing melalui\u00a0<a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong> indoarsip.co.id.<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Saran tautan internal:<\/strong> arahkan pembaca ke halaman layanan<a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/arsip-elektronik\/alih-media\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Alih Media IndoArsip<\/a>, halaman kontak, dan halaman DMS IndoArsip yang relevan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lima Tahap di Balik Arsip yang Bisa Dicari Pernah menemukan file hasil pindai, tetapi tetap tidak menemukan dokumen yang dibutuhkan? Nama filenya tidak seragam, foldernya bercampur, dan isi dokumennya tidak dapat dicari dengan kata kunci. Situasi ini menunjukkan satu hal penting: memindahkan hard copy menjadi soft copy belum cukup untuk menghasilkan arsip yang benar-benar mudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":35730,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-35729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.9 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Taufik Nugraha\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.9\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"IndoArsip - Jasa Penyimpanan dan Perawatan Arsip dan Dokumen\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-13T07:18:33+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-13T07:18:33+00:00\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#blogposting\",\"name\":\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip\",\"headline\":\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/author\\\/taufik_ia\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/wordpress-indoarsip\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/visual-1-17.png\",\"width\":1024,\"height\":1280},\"datePublished\":\"2026-10-13T14:18:33+07:00\",\"dateModified\":\"2026-10-13T14:18:33+07:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Artikel\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/category\\\/artikel\\\/#listItem\",\"name\":\"Artikel\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/category\\\/artikel\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Artikel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/category\\\/artikel\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#listItem\",\"name\":\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/category\\\/artikel\\\/#listItem\",\"name\":\"Artikel\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/#organization\",\"name\":\"IndoArsip\",\"description\":\"Jasa Penyimpanan dan Perawatan Arsip dan Dokumen\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/\",\"telephone\":\"+622150878500\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/wordpress-indoarsip\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/cropped-logo-2.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#organizationLogo\",\"width\":512,\"height\":512},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#organizationLogo\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/author\\\/taufik_ia\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/author\\\/taufik_ia\\\/\",\"name\":\"Taufik Nugraha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a88bcb853a0f259256e84eb1a677c6443143a3a57471b0017f9e00603992513e?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Taufik Nugraha\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/\",\"name\":\"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip\",\"description\":\"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/author\\\/taufik_ia\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/author\\\/taufik_ia\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/wordpress-indoarsip\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/visual-1-17.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#mainImage\",\"width\":1024,\"height\":1280},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/blog\\\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2026-10-13T14:18:33+07:00\",\"dateModified\":\"2026-10-13T14:18:33+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/\",\"name\":\"IndoArsip\",\"description\":\"Jasa Penyimpanan dan Perawatan Arsip dan Dokumen\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoarsip.co.id\\\/en\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip","description":"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.","canonical_url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#blogposting","name":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip","headline":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari","author":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/author\/taufik_ia\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/visual-1-17.png","width":1024,"height":1280},"datePublished":"2026-10-13T14:18:33+07:00","dateModified":"2026-10-13T14:18:33+07:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#webpage"},"articleSection":"Artikel"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/category\/artikel\/#listItem","name":"Artikel"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/category\/artikel\/#listItem","position":2,"name":"Artikel","item":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/category\/artikel\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#listItem","name":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#listItem","position":3,"name":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/category\/artikel\/#listItem","name":"Artikel"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/#organization","name":"IndoArsip","description":"Jasa Penyimpanan dan Perawatan Arsip dan Dokumen","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/","telephone":"+622150878500","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#organizationLogo","width":512,"height":512},"image":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#organizationLogo"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/author\/taufik_ia\/#author","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/author\/taufik_ia\/","name":"Taufik Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a88bcb853a0f259256e84eb1a677c6443143a3a57471b0017f9e00603992513e?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Taufik Nugraha"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#webpage","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/","name":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip","description":"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/author\/taufik_ia\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/author\/taufik_ia\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/visual-1-17.png","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#mainImage","width":1024,"height":1280},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/#mainImage"},"datePublished":"2026-10-13T14:18:33+07:00","dateModified":"2026-10-13T14:18:33+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/#website","url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/","name":"IndoArsip","description":"Jasa Penyimpanan dan Perawatan Arsip dan Dokumen","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"IndoArsip - Jasa Penyimpanan dan Perawatan Arsip dan Dokumen","og:type":"article","og:title":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip","og:description":"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.","og:url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/","og:image":"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png","og:image:secure_url":"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png","article:published_time":"2026-10-13T07:18:33+00:00","article:modified_time":"2026-10-13T07:18:33+00:00","twitter:card":"summary_large_image","twitter:title":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari - IndoArsip","twitter:description":"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.","twitter:image":"https:\/\/indoarsip.co.id\/wordpress-indoarsip\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/cropped-logo-2.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"35729","title":null,"description":"Pelajari lima tahap Alih Media IndoArsip: persiapan, alih media, quality control, indexing, dan output arsip terfolder yang terintegrasi dengan DMS IndoArsip.","keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"schemas":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":{"subject":"","preview":"","content":""},"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-10-13 07:17:52","updated":"2026-10-13 08:24:47","seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/category\/artikel\/\" title=\"Artikel\">Artikel<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tLima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en"},{"label":"Artikel","link":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/category\/artikel\/"},{"label":"Lima Tahap Alih Media untuk Arsip yang Bisa Dicari","link":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/blog\/lima-tahap-alih-media-untuk-arsip-yang-bisa-dicari\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35729"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35731,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35729\/revisions\/35731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoarsip.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}