Arsip perusahaan merupakan bagian penting dari kegiatan operasional. Hampir setiap aktivitas perusahaan menghasilkan dokumen yang perlu disimpan dan dirawat, mulai dari dokumen legal, kontrak kerja sama, laporan keuangan, data kepegawaian, dokumen perpajakan, hingga sertifikat aset.
Seiring berkembangnya perusahaan, jumlah arsip yang dimiliki juga semakin bertambah. Jika tidak dikelola dengan baik, dokumen dapat menumpuk, sulit ditemukan, rusak, bahkan hilang. Kondisi ini dapat menghambat pekerjaan ketika perusahaan membutuhkan dokumen untuk keperluan administrasi, audit, legalitas, maupun operasional.
Cara aman menyimpan dan merawat arsip perusahaan dapat dilakukan dengan mengelompokkan dokumen, menggunakan sistem penamaan dan pengindeksan yang teratur, menjaga kondisi tempat penyimpanan, membatasi akses, melakukan backup, serta melakukan digitalisasi dan alih media arsip jika diperlukan.
Pengelolaan arsip perlu dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap dokumen fisik maupun dokumen digital. Keduanya memiliki risiko yang berbeda sehingga membutuhkan metode penyimpanan dan perawatan yang sesuai.
Mengapa Arsip Perusahaan Perlu Disimpan dan Dirawat dengan Baik?
Arsip bukan hanya dokumen lama yang disimpan setelah selesai digunakan. Di dalamnya terdapat informasi yang dapat menjadi bukti kegiatan perusahaan, dasar pengambilan keputusan, bukti transaksi, dokumen legal, serta informasi mengenai aset dan sumber daya manusia.
Ketika arsip tidak dikelola dengan baik, perusahaan dapat mengalami kesulitan saat membutuhkan informasi tertentu. Dokumen yang sebenarnya masih tersedia dapat membutuhkan waktu lama untuk ditemukan karena tidak memiliki klasifikasi, indeks, atau lokasi penyimpanan yang jelas.
Selain masalah pencarian, arsip juga memiliki risiko kerusakan. Dokumen fisik dapat rusak akibat air, kelembapan, panas, debu, jamur, serangga, maupun hama. Sementara itu, arsip digital dapat hilang akibat kerusakan perangkat, kesalahan pengguna, gangguan sistem, serangan malware, atau tidak adanya salinan cadangan.
Karena itu, penyimpanan dan perawatan arsip perlu direncanakan sejak awal. Tujuannya bukan hanya membuat dokumen tersimpan, tetapi memastikan informasi tetap aman, terawat, mudah ditemukan, dan dapat digunakan ketika dibutuhkan.
Apa Risiko Jika Arsip Perusahaan Tidak Dirawat?
Risiko terhadap arsip dapat berasal dari kondisi lingkungan maupun cara dokumen dikelola.
Pada arsip fisik, kelembapan yang tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya jamur dan mempercepat kerusakan dokumen. Air akibat kebocoran atau banjir juga dapat merusak arsip dalam jumlah besar. Debu, panas, sinar matahari, rayap, serangga, dan tikus juga dapat menyebabkan kerusakan secara bertahap.
Selain itu, kebakaran dan bencana lainnya dapat menyebabkan arsip hilang secara permanen apabila perusahaan tidak memiliki langkah perlindungan dan cadangan informasi.
Pada arsip digital, risiko yang muncul antara lain file terhapus secara tidak sengaja, media penyimpanan rusak, data terkena malware, atau dokumen tidak dapat ditemukan karena sistem penyimpanannya tidak teratur.
Risiko tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan arsip tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat penyimpanan. Perusahaan juga perlu memperhatikan keamanan, pemeliharaan, pencadangan, dan kemudahan akses terhadap informasi.
Bagaimana Cara Menyimpan Arsip Perusahaan dengan Aman?
Cara menyimpan arsip perusahaan dapat dimulai dengan membuat klasifikasi dokumen yang jelas. Arsip sebaiknya dikelompokkan berdasarkan jenis, fungsi, departemen, tahun, proyek, atau kategori lain yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sebagai contoh, dokumen legal dapat dikelompokkan menjadi kontrak, perizinan, dan dokumen hukum. Dokumen keuangan dapat dipisahkan menjadi laporan keuangan, invoice, bukti transaksi, dan dokumen perpajakan.
Klasifikasi tersebut membuat perusahaan lebih mudah menentukan lokasi penyimpanan dan mempercepat proses pencarian dokumen.
Setelah diklasifikasikan, setiap arsip perlu memiliki identitas yang jelas. Pada arsip fisik, identitas dapat berupa kode klasifikasi, nomor berkas, nomor boks, nomor rak, atau lokasi penyimpanan.
Bagaimana Cara Merawat Arsip Fisik?
Arsip fisik membutuhkan lingkungan penyimpanan yang sesuai agar dokumen tidak cepat mengalami kerusakan.
Ruang penyimpanan sebaiknya bersih, tertata, dan terlindung dari sumber air. Dokumen juga sebaiknya tidak diletakkan langsung di lantai karena dapat meningkatkan risiko terkena air dan kelembapan.
Rak, lemari, dan boks arsip dapat digunakan untuk menjaga dokumen tetap teratur. Penempatan dokumen juga perlu diperhatikan agar arsip tidak terlipat, tertindih terlalu berat, atau rusak ketika diambil.
Suhu dan kelembapan ruang penyimpanan juga perlu dikendalikan. Lingkungan yang terlalu lembap dapat meningkatkan risiko jamur, sedangkan panas dan paparan sinar matahari berlebihan dapat mempercepat kerusakan material dokumen.
Ruang arsip juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak terdapat kebocoran, debu berlebihan, jamur, serangga, atau tanda-tanda keberadaan hama.
Pemeriksaan rutin membantu perusahaan mengetahui kondisi arsip lebih awal sehingga tindakan perawatan dapat dilakukan sebelum kerusakan menjadi semakin parah.
Bagaimana Cara Mengamankan Arsip Digital?
Keamanan menjadi bagian penting dalam penyimpanan arsip digital, terutama jika dokumen mengandung informasi rahasia atau data pribadi.
Tidak semua karyawan membutuhkan akses terhadap seluruh dokumen perusahaan. Hak akses sebaiknya diberikan berdasarkan jabatan, tugas, dan kebutuhan pekerjaan.
Dokumen kepegawaian, misalnya, dapat dibatasi hanya untuk pihak yang memiliki kewenangan. Begitu juga dengan dokumen keuangan, kontrak, dan dokumen legal tertentu.
Selain membatasi akses, perusahaan perlu melakukan backup secara berkala. Menyimpan dokumen hanya pada satu komputer atau satu media penyimpanan dapat meningkatkan risiko kehilangan data apabila perangkat mengalami kerusakan.
Backup sebaiknya memiliki salinan pada media atau lokasi yang berbeda. Hasil backup juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan data benar-benar dapat dipulihkan ketika diperlukan.
Kapan Arsip Perusahaan Perlu Didigitalisasi?
Digitalisasi arsip dapat menjadi pilihan ketika jumlah dokumen fisik semakin banyak, ruang penyimpanan semakin terbatas, atau proses pencarian dokumen membutuhkan waktu yang lama.
Melalui digitalisasi, dokumen fisik dipindai menjadi dokumen digital sehingga informasi di dalamnya dapat dikelola menggunakan sistem elektronik.
Namun, digitalisasi bukan hanya proses melakukan scanning. Dokumen perlu dipersiapkan, dipindai, diperiksa kualitasnya, diberikan nama dan indeks, kemudian disimpan dengan struktur yang telah ditentukan.
Secara umum, proses digitalisasi arsip dapat dilakukan melalui tahapan:
Seleksi dokumen → Persiapan → Scanning → Quality Control → OCR → Indexing → Penyimpanan
Teknologi Optical Character Recognition (OCR) dapat digunakan untuk membantu mengenali teks pada dokumen hasil pemindaian. Dengan begitu, isi dokumen dapat lebih mudah dicari dan dikelola secara digital.
Digitalisasi juga dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap arsip fisik dan menyediakan salinan digital untuk kebutuhan akses serta pencadangan informasi.
Namun, digitalisasi tidak secara otomatis berarti dokumen fisik dapat langsung dimusnahkan. Keputusan mengenai penyimpanan, retensi, atau pemusnahan arsip perlu disesuaikan dengan jenis dokumen dan ketentuan yang berlaku.
Apa yang Dimaksud dengan Alih Media Arsip?
Alih media merupakan proses pemindahan informasi arsip dari satu media ke media lainnya.
Dalam praktik pengelolaan perusahaan, alih media dapat dilakukan untuk membantu menjaga informasi yang terdapat dalam arsip sekaligus membuat informasi tersebut lebih mudah dikelola.
Digitalisasi dari dokumen kertas menjadi file elektronik merupakan salah satu bentuk alih media yang banyak digunakan dalam pengelolaan arsip.
Sebelum melakukan alih media, perusahaan sebaiknya menentukan arsip yang perlu diprioritaskan berdasarkan nilai informasi, kondisi dokumen, kebutuhan akses, dan kepentingannya bagi kegiatan perusahaan.
Proses alih media juga perlu memperhatikan kualitas hasil, kelengkapan dokumen, sistem penamaan, indeks, serta lokasi penyimpanan hasil digitalisasi.
Bagaimana Document Management System Membantu Pengelolaan Arsip?
Ketika jumlah dokumen digital semakin besar, penggunaan folder biasa dapat menjadi kurang efektif.
Document Management System (DMS) dapat membantu perusahaan mengelola dokumen secara lebih terpusat dan terstruktur.
DMS dapat digunakan untuk membantu proses penyimpanan, pengindeksan, pencarian, pengaturan hak akses, pengelolaan versi dokumen, persetujuan, serta pencatatan aktivitas pengguna.
Dengan sistem yang terpusat, pengguna tidak perlu mencari dokumen dari berbagai komputer atau folder yang berbeda.
Dokumen dapat ditemukan berdasarkan kata kunci, kategori, metadata, nomor dokumen, atau informasi lain yang telah ditentukan.
Penggunaan DMS juga dapat membantu perusahaan meningkatkan kontrol terhadap dokumen karena aktivitas yang berkaitan dengan dokumen dapat dikelola melalui sistem.
Apa Manfaat Menggunakan Jasa Pengelolaan Arsip?
Pengelolaan arsip dalam jumlah besar membutuhkan ruang, tenaga kerja, peralatan, serta prosedur yang konsisten. Tidak semua perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk melakukan seluruh proses tersebut secara internal.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan jasa pengelolaan arsip profesional.
IndoArsip membantu perusahaan dalam pengelolaan arsip melalui layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari penataan, klasifikasi, penyimpanan, pemeliharaan, digitalisasi, scanning, pengindeksan, hingga pengelolaan arsip digital.
Solusi tersebut dapat membantu perusahaan yang memiliki volume arsip besar, ruang penyimpanan terbatas, dokumen sulit ditemukan, atau membutuhkan digitalisasi dan alih media.
Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, perusahaan dapat mengurangi risiko dokumen rusak atau hilang sekaligus membuat proses pencarian informasi menjadi lebih mudah.
Apa Regulasi yang Perlu Diperhatikan?
Pengelolaan arsip perusahaan perlu memperhatikan jenis dokumen dan ketentuan yang berlaku.
Dalam pengelolaan arsip elektronik, perusahaan dapat memperhatikan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Arsip Elektronik.
Jika arsip mengandung data pribadi karyawan, pelanggan, atau pihak lainnya, perusahaan juga perlu memperhatikan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Selain itu, perusahaan perlu memiliki kebijakan mengenai retensi, penyusutan, dan pemusnahan arsip sesuai dengan jenis dokumen serta ketentuan yang berlaku.
Dengan memperhatikan aspek tersebut, pengelolaan arsip dapat dilakukan tidak hanya berdasarkan kebutuhan penyimpanan, tetapi juga mempertimbangkan keamanan informasi dan kepatuhan perusahaan.
Mengapa Pengelolaan Arsip Tidak Cukup Hanya dengan Penyimpanan?
Menyimpan dokumen di lemari, gudang, server, atau media penyimpanan digital belum berarti perusahaan telah memiliki sistem pengelolaan arsip yang baik.
Arsip harus dapat ditemukan kembali ketika dibutuhkan. Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan seluruh proses pengelolaan, mulai dari klasifikasi, penyimpanan, pemeliharaan, keamanan, akses, digitalisasi, hingga penyusutan arsip.
Dokumen yang tersimpan tetapi sulit ditemukan tetap dapat menghambat pekerjaan.
Sebaliknya, sistem penyimpanan yang terstruktur membuat informasi lebih mudah ditemukan dan digunakan oleh pihak yang berwenang.
Karena itu, tujuan utama penyimpanan dan perawatan arsip adalah memastikan informasi perusahaan tetap aman, terjaga, terorganisir, dan tersedia ketika dibutuhkan.