Perusahaan manufaktur menengah sering menghadapi tantangan serius saat persiapan audit eksternal, terutama terkait ketersediaan bukti dokumentasi dan kontrol atas arsip fisik dan digital. Arjuna adalah Sistem Pengelolaan Siklus Hidup Arsip yang dirancang untuk mencatat pendaftaran, klasifikasi, retensi, peminjaman, alih media, pemusnahan, dan penyerahan arsip statis secara terstruktur. Solusi ini membantu menjamin keteraturan dan keterlacakan arsip sehingga proses verifikasi auditor menjadi lebih cepat dan andal.
Audit eksternal menilai kepatuhan terhadap kebijakan internal dan regulasi. Kegagalan menyediakan dokumen yang akurat dan mudah diverifikasi berisiko menimbulkan sanksi dan kerusakan reputasi. Implementasi sistem pengelolaan siklus hidup arsip yang jelas mengurangi risiko tersebut dan mempercepat proses pemeriksaan oleh auditor.
Arjuna mencatat setiap aktivitas terkait arsip secara sistematis—siapa yang mengakses, meminjam, memodifikasi, atau memindahkan arsip—sehingga auditor dapat melacak riwayat lengkap dokumen dan memverifikasi keaslian serta integritasnya.
Arjuna menyimpan metadata lokasi fisik secara rinci, termasuk gedung, ruang, lemari, rak, dan susunan arsip. Pencatatan ini memangkas waktu pencarian dokumen fisik dan menunjukkan kontrol tata kelola arsip yang baik.
Sistem menyediakan kontrol akses berbasis peran sehingga akses ke arsip sensitif hanya diberikan kepada pihak yang berwenang. Kebijakan hak akses yang jelas membantu memenuhi persyaratan kepatuhan dan mengurangi risiko kebocoran informasi.
Arjuna memantau masa retensi arsip dan mengeluarkan notifikasi untuk usulan pemindahan atau pemusnahan. Proses pemusnahan didokumentasikan melalui mekanisme usul musnah hingga berita acara, mendukung kepatuhan terhadap ketentuan retensi dokumen.
Setiap langkah alih media tercatat dalam sistem, termasuk metadata hasil alih media dan verifikasi mutu. Dokumentasi ini memudahkan auditor memeriksa bahwa alih media dilakukan sesuai prosedur dan tanpa kehilangan konteks dokumen.
Sebuah perusahaan manufaktur menengah mengalami kesulitan menyediakan bukti kepatuhan saat audit. Rekam jejak arsip tidak konsisten dan banyak dokumen fisik sulit ditemukan. Setelah menerapkan Arjuna, perusahaan merapikan pencatatan lokasi fisik, menerapkan kebijakan retensi, dan menegakkan kontrol akses berbasis peran.
Hasil implementasi mencakup percepatan verifikasi oleh auditor, pengurangan temuan audit terkait administrasi arsip, serta kelancaran proses pemusnahan arsip sesuai kebijakan. Perusahaan berhasil melewati audit eksternal tanpa sanksi dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap tata kelola dokumen.
Untuk informasi teknis dan dukungan implementasi lebih lanjut, pelajari bagaimana Arjuna dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kepatuhan perusahaan Anda.
Apa itu Arsip digital? Arsip digital adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam format elektronik yang…
Pernahkah Anda merasa data sudah ada di mana-mana, tapi keputusan bisnis tetap diambil berdasarkan intuisi…
Di era transformasi digital, penggunaan dokumen elektronik dalam tata kelola organisasi maupun bisnis semakin tak…
Kerja yang semakin fleksibel, tim tidak lagi selalu berada di satu lokasi yang sama. Staf…
Setiap tahun, ruang arsip perusahaan bertambah penuh — bukan karena dokumennya bertambah penting, melainkan karena…
Ruang kantor adalah aset produktif. Namun kenyataannya, banyak perusahaan di Indonesia justru menggunakannya sebagai gudang…